Dari Bangku Sekolah ke Meja Legislatif, Tiga Siswa SMAPAN Ikuti Squad Dewan Simulator DPRD Jatim

Dari Bangku Sekolah ke Meja Legislatif, Tiga Siswa SMAPAN Ikuti Squad Dewan Simulator DPRD Jatim

Probolinggo - Belajar demokrasi tidak cukup hanya melalui buku dan teori di ruang kelas. Raisya Andini Salsabila, Hoh Alvin Badruttamam dan Radin Aliya Zazila ketiga siswa SMAN 1 Paiton tersebut mendapatkan kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana lembaga legislatif bekerja melalui kegiatan Squad Dewan Simulator yang diselenggarakan oleh DPRD Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 23–24 September 2026, di Hotel Aston Banyuwangi, tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para pelajar untuk mengenal tugas dan fungsi DPRD, menyampaikan aspirasi, menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), hingga melaksanakan simulasi sidang paripurna.

Sebanyak 22 perwakilan sekolah tingkat SMA/SMK dari lima kabupaten dan kota di Jawa Timur mengikuti kegiatan ini. SMAN 1 Paiton turut berpartisipasi dengan mengirimkan tiga siswanya untuk mendalami praktik politik dan demokrasi secara langsung.

Mengenal Tugas DPRD dan Proses Penyusunan Raperda

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris DPRD Jawa Timur, Moh. Ali Kuncoro, S.STP., M.Si. Selain membuka kegiatan, ia juga memberikan materi mengenai tugas dan fungsi DPRD serta mekanisme penyusunan Raperda.

  1. Sekretaris DPRD Jawa Timur, Moh. Ali Kuncoro, S.STP., M.Si Saat Membuka dan sekaligus menjadi narsumber Squad Dewan Simulator DPRD Jawa Timur di Hotel Aston Banyuwangi, Rabu (23/9/2026).

Dalam pemaparannya, Ali Kuncoro menekankan pentingnya memberikan pemahaman politik dan demokrasi kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, pelajar perlu mengetahui bagaimana lembaga legislatif menjalankan perannya dalam sistem pemerintahan.

“Pentingnya kegiatan ini agar semua siswa sebagai penerus kami mampu mengetahui sejak dini terkait tugas dan fungsi DPRD Jawa Timur,” tuturnya.

Tidak berhenti pada pemahaman teori, kegiatan ini juga membuka peluang bagi peserta untuk terlibat dalam proses penyusunan Raperda tentang Hari Jadi Jawa Timur. Sebanyak 50 peserta terbaik dari rangkaian kegiatan Squad Dewan Simulator direncanakan mendapatkan kesempatan untuk menyusun Raperda tersebut secara langsung bersama anggota DPRD Jawa Timur.

“Nanti melalui acara Squad Dewan Simulator kita ambil 50 peserta terbaik untuk terlibat langsung dalam membuat Raperda Hari Jadi Jawa Timur,” tandasnya.

Siswa Praktik Menjadi Anggota DPRD

Memasuki hari kedua, pelatihan dilanjutkan bersama Syamsiar Aulia Rahman, S.IP., M.Si. Para peserta diajak mempraktikkan proses kerja DPRD melalui simulasi yang dirancang menyerupai kegiatan legislatif.

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membentuk fraksi, merumuskan aspirasi, membahas usulan, serta menyampaikan pendapat fraksi. Mereka juga mendapatkan pengalaman dalam pemilihan pimpinan sidang paripurna.

Dalam proses tersebut, setiap peserta dituntut untuk aktif menyampaikan gagasan, membangun argumentasi, menghargai pendapat yang berbeda, dan mengikuti mekanisme musyawarah dalam pengambilan keputusan.

Puncak kegiatan diisi dengan simulasi sidang paripurna DPRD. Para siswa menjalankan peran masing-masing, mulai dari pimpinan sidang hingga anggota fraksi, untuk membahas Raperda hasil karya kelompok.

Melalui simulasi tersebut, peserta mempraktikkan tahapan persidangan hingga proses pengambilan keputusan dan pengesahan Raperda dalam skenario pembelajaran.

Membangun Generasi Muda Melek Demokrasi

Keikutsertaan tiga siswa SMAN 1 Paiton dalam Squad Dewan Simulator menjadi pengalaman pembelajaran kontekstual yang mempertemukan teori pendidikan kewarganegaraan dengan praktik kelembagaan legislatif.

Melalui kegiatan ini, siswa berkesempatan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, menyampaikan aspirasi, bekerja sama, serta memahami pentingnya musyawarah dalam kehidupan demokratis.

Pembelajaran semacam ini diharapkan dapat mendorong pelajar menjadi generasi yang memiliki wawasan kebangsaan, memahami proses pengambilan keputusan publik, dan mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

  • Bagikan:

Galeri dan Dokumentasi