Dari Ruang Pelatihan Menuju Masa Depan: Kisah Kirani Sekar Langit Mengasah Potensi di SMA Double Track

Dari Ruang Pelatihan Menuju Masa Depan: Kisah Kirani Sekar Langit Mengasah Potensi di SMA Double Track

KETIKA SEBUAH KESEMPATAN MENGUBAH CARA PANDANG
Tidak semua perjalanan menuju masa depan dimulai dari langkah yang besar. Ada kalanya perubahan lahir dari sebuah kesempatan sederhana yang dimanfaatkan dengan sungguh sungguh. Bagi Kirani Sekar Langit, kesempatan itu hadir melalui
Program SMA Double Track di SMAN 1 Paiton. jati diri dan menentukan arah masa depan, Kiran justru menemukan ruang untuk mengenali potensi yang selama ini ia
Di tengah masa remaja ketika banyak siswa masih mencari miliki. Melalui pelatihan desain grafis, ia tidak hanya belajar mengoperasikan perangkat lunak desain, tetapi juga belajar berpikir kreatif, bekerja sama, berkomunikasi, hingga membangun
kepercayaan diri.Perjalanan tersebut menjadi awal dari perubahan cara pandangnya terhadap dunia kerja dan masa depan. Kini, meskipun masih memfokuskan diri pada pendidikan tinggi, bekal keterampilan yang diperoleh dari Program SMA Double Track telah menjadi modal berharga yang akan terus ia bawa dalam setiap
langkah kehidupannya.

Kirani Sekar Langit, atau akrab disapa Kiran, merupakan alumni SMAN 1 Paiton,
Kabupaten Probolinggo, lulusan tahun 2026. Sejak duduk di bangku SMA, ia memiliki cita-cita menjadi seorang dosen atau tenaga pendidik. Di balik sosoknya yang tenang, tersimpan semangat belajar yang tinggi. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki potensi yang dapat berkembang apabila diberikan
kesempatan untuk belajar dan mencoba. Ketika Program SMA Double Track
membuka pelatihan di bidang Desain Grafis, Kiran melihatnya sebagai peluang
untuk mengembangkan kemampuan yang memang telah ia sukai sejak awal.

Kiran berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pedagang di rumah, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga yang setiap hari mendampingi keluarga. Kondisi ekonomi keluarga cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, meskipun hidup dijalani dengan sederhana. Situasi tersebut justru menumbuhkan kesadaran bahwa setiap keterampilan yang dimiliki dapat menjadi bekal penting untuk masa depan.

Saat masih sekolah, tantangan terbesar yang ia rasakan bukanlah persoalan ekonomi, melainkan kesulitan memahami materi secara mandiri. Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya berhenti belajar. Sebaliknya, ia terus mencari
cara agar dapat berkembang.

MEMILIH SMA DOUBLE TRACK SEBAGAI
RUANG BERKEMBANG

Keputusan mengikuti Program SMA Double Track bukanlah kebetulan. Kiran memilih bidang Desain Grafis karena merasa bidang tersebut paling sesuai dengan minat dan potensi yang ia miliki. Ia ingin memperdalam kemampuan yang selama ini hanya menjadi ketertarikan pribadi agar berubah menjadi kompetensi yang benar
benar dapat dimanfaatkan.
"Saya ingin mengasah dan mendalami potensi saya dalam bidang
desain grafis."
Harapan yang ia bawa ketika pertama kali mengikuti pelatihan pun sederhana, yakni dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan baik dan memperoleh pengalaman sebanyak mungkin. Harapan tersebut perlahan terwujud melalui rangkaian pelatihan yang sistematis, praktik langsung, serta pendampingan dari guru
keterampilan dan instruktur profesional.

BELAJAR TIDAK HANYA DI DALAM KELAS

Salah satu kekuatan Program SMA Double Track adalah pembelajaran yang menekankan praktik. Bagi Kiran, materi mengenai unsur-unsur visual dasar hingga desain publikasi menjadi bagian yang paling berkesan. Materi tersebut membangun fondasi berpikir kreatif sekaligus mengajarkan bagaimana sebuah desain mampu menyampaikan pesan secara efektif.
Namun, pengalaman yang paling membekas justru hadir ketika praktik digital printing menggunakan teknik Direct to Film (DTF). Untuk pertama kalinya ia melihat bagaimana sebuah desain digital dapat diwujudkan menjadi produk nyata berupa sablon kaus. Selain itu, praktik membuat desain sampul buku juga menjadi
pengalaman yang memperkaya kreativitasnya.

"Pengalaman praktik bersama teman-teman menjadi
pengalaman yang paling tidak terlupakan."
Tidak hanya belajar di sekolah, Kiran juga memperoleh pengalaman magang selama dua bulan. Pengalaman tersebut memperkenalkannya pada dunia kerja yang sesungguhnya. Melalui magang itulah untuk pertama kalinya ia memperoleh
penghasilan dari keterampilan desain grafis yang dimilikinya. Meskipun nilainya bukan yang utama, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa keterampilan yang dipelajari memiliki nilai ekonomi.

TITIK BALIK YANG MENGUBAH CARA BERPIKIR

Setiap orang memiliki momen yang mengubah hidupnya. Bagi Kiran, titik balik itu datang ketika usianya menginjak 17 menuju 18 tahun. Ia mulai bertemu dengan berbagai pengalaman dan kondisi yang membuatnya melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Kesadaran tersebut membentuk pola pikir yang lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, dan lebih siap menghadapi
masa depan.
Pencapaian pertama yang membuatnya bangga bukanlah penghargaan atau kemenangan lomba. Melainkan ketika ia benar-benar mampu memahami sekaligus mempraktikkan keterampilan desain grafis yang telah dipelajarinya. Baginya, kemampuan tersebut merupakan bukti bahwa proses belajar yang dijalani tidak sia-sia. 

PRESTASI YANG MENJADI MODAL MASA DEPAN

Bagi Kiran, prestasi bukan sekadar deretan penghargaan, melainkan kemampuan yang terus bertumbuh. Ia berhasil menyelesaikan pelatihan Desain Grafis, mengikuti magang industri, serta membangun kepercayaan diri melalui pengalaman nyata di Program SMA Double Track. Di saat yang sama, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua OSIS SMAN 1 Paiton. Perpaduan antara keterampilan vokasional, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama inilah yang menjadi modal berharganya menatap masa depan.
Buah dari proses tersebut mengantarkan Kiran diterima di Universitas Negeri Malang pada Program Studi Matematika melalui jalur Ketua OSIS. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa kompetensi yang dibangun di sekolah, baik melalui organisasi
maupun Program SMA Double Track, saling melengkapi dalam membuka peluang pendidikan yang lebih tinggi.

DOUBLE TRACK YANG MENGUBAH CARA BELAJAR

Program SMA Double Track memberi perubahan nyata dalam diri Kiran. Ia tidak hanya menguasai dasar-dasar desain grafis, tetapi juga belajar berpikir kreatif, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi. Pengalaman praktik serta magang membentuk mental kerja yang lebih siap, sementara pengalaman memimpin OSIS memperkuat kemampuan mengambil keputusan dan mengelola tanggung jawab. Kombinasi keduanya membentuk pribadi yang adaptif, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan.

MEMBAWA KEBANGGAAN BAGI KELUARGA

Keberhasilan Kiran diterima di Universitas Negeri Malang menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya. Bagi orang tuanya, pencapaian tersebut bukan hanya tentang diterimanya Kiran di perguruan tinggi negeri, tetapi juga bukti bahwa kesempatan belajar yang dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh mampu mengantarkan anak mereka meraih masa depan yang lebih baik. Meski saat ini masih fokus menempuh pendidikan, keterampilan yang dimilikinya
menjadi bekal berharga yang akan terus berkembang.

PELAJARAN HIDUP

Kiran percaya bahwa setiap kesempatan belajar adalah investasi untuk masa
depan.
"Pentingnya mencari ilmu baru di setiap perjalanan hidup agar kita mampu
bertahan, beradaptasi, dan berguna di dunia nyata."
Filosofi inilah yang mengantarkannya terus berkembang, baik sebagai pelajar,
pemimpin organisasi, maupun pribadi yang siap menghadapi masa depan.

PESAN UNTUK PESERTA SMA DOUBLE TRACK

"Temukan potensi kalian, lalu terus asah melalui Program SMA Double Track. Jangan sampai waktu berlalu dan menyisakan penyesalan karena telah melewatkan
kesempatan berharga."
Ia menutup pesannya dengan kalimat sederhana yang menjadi pengingat bagi setiap generasi muda.
"Teruslah melangkah ke depan."

MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA GEMILANG

  • Bagikan:

Galeri dan Dokumentasi