Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya yang sedang melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMAN 1 Paiton melaksanakan inovasi pembelajaran melalui pengembangan media ajar interaktif berbasis Canva digangkan dengan game edukasi pada mata pelajaran Ekonomi kelas X. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital yang tetap menyesuaikan kebijakan sekolah.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PLP Pendidikan Ekonomi UNESA, Nia Ayu Irawati memanfaatkan Canva sebagai media pembelajaran digital interaktif yang dikembangkan dengan tampilan visual menarik, kuis, serta game edukatif yang ditampilkan melalui layar proyektor kelas. Media ajar tersebut dirancang untuk mengurangi suasana pembelajaran yang monoton dan mendorong siswa agar lebih aktif berpartisipasi selama proses pembelajaran berlangsung.
Inovasi pembelajaran ini juga menyesuaikan dengan kebijakan SMAN 1 Paiton yang menerapkan pembatasan penggunaan handphone bagi siswa di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, pembelajaran digital tetap dapat dilaksanakan secara interaktif tanpa menggunakan handphone pribadi siswa. Seluruh aktivitas game edukatif, kuis, dan diskusi dilakukan secara bersama-sama di dalam kelas melalui media yang ditampilkan guru, sehingga siswa tetap dapat merasakan pengalaman belajar berbasis teknologi dengan lebih terarah dan kondusif.
Kegiatan ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, inklusif, serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan efektif di lingkungan sekolah.
Pada pelaksanaannya, siswa mengikuti pembelajaran ekonomi melalui presentasi interaktif berbasis Canva yang dipadukan dengan permainan edukatif dan kuis digital. Suasana kelas terlihat lebih hidup dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Siswa menjadi lebih fokus, antusias, dan berani terlibat dalam kegiatan belajar seperti menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta menyampaikan pendapat di depan kelas.
Game edukatif yang disisipkan dalam media Canva menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian siswa. Melalui permainan tersebut, siswa dapat belajar sambil bermain sehingga materi ekonomi terasa lebih mudah dipahami dan tidak membosankan. Pembelajaran yang sebelumnya cenderung pasif berubah menjadi lebih aktif karena hampir seluruh siswa ikut terlibat selama kegiatan berlangsung.
“Bu Nia, Belajar ekonomi seperti ini seru banget karena game ini kita berebut nilai dan tanpa kita sadari kita mendapatkan informasi banyak dengan bersenang-senang. Jadi kita lebih mudah memahami materi dan tidak ngantuk saat pelajaran,” ujar salah satu siswa kelas X.



Penggunaan media ajar interaktif berbasis Canva juga memberikan dampak terhadap keaktifan belajar siswa. Sebelumnya, hanya beberapa siswa yang aktif selama pembelajaran berlangsung. Namun setelah diterapkannya media interaktif berbasis game edukatif, sebagian besar siswa mulai lebih berani menjawab pertanyaan, mengikuti diskusi, dan terlibat aktif dalam pembelajaran di kelas.
Sebagai bentuk mini proyek pembelajaran berdampak, siswa juga diberikan tantangan edukatif berbasis kelompok melalui game interaktif yang melatih kerja sama, komunikasi, serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi ekonomi. Kegiatan ini membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan keterampilan sosial peserta didik.
“Melalui media ajar interaktif berbasis Canva dan Game ini, saya berharap siswa dapat lebih aktif, lebih semangat belajar ekonomi, dan lebih mudah memahami materi karena pembelajaran dikemas secara menarik dan interaktif tanpa harus bergantung pada penggunaan handphone pribadi, juga tidak membosankan” ujar Nia Ayu Irawati.
Keberadaan media ajar interaktif berbasis Canva diharapkan dapat menjadi inovasi pembelajaran yang memiliki dampak berkelanjutan di lingkungan sekolah. Selain meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa, media ini juga menjadi bukti bahwa pembelajaran digital tetap dapat berjalan secara efektif meskipun terdapat pembatasan penggunaan handphone di sekolah.
Penulis: Nia Ayu Irawati, Mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNESA PLP SMAN 1 Paiton

