icon Agus, Ingat Gajah ( Pion ) Membuat Bingung Musuh Keluar Negeri dengan Prestasi

Senin, 27 Oktober 2014 - 22:07:27 WIB
Diposting oleh : Moh. Jaslan
Kategori: Berita SMAPAN - Dibaca: 394561 kali

Setiap pelajar pasti mempunyai keinginan untuk berjalan – jalan ke luar negeri dan  tidak semua pelajar bisa berjalan-jalan ke luar dengan biaya negara. Di SMA Negeri 1 Paioton, Mohammad Agus kurniawan  adalah salah satu  siwa berprestasi dari sekian banyak pelajar yang bisa jalan – jalan ke luar negeri dibiayai oleh negara. kemahiran bermain catur adalah modal utamanya.

 Lidia vitaloka,paiton

Berpenampilan sederhana adalah ciri utama dari Mohammad Agus kurniawan,16, berjalan melewati lorong kelas XII IPA  hendak menuju kantin siswa yang terletak di halaman sekolah paling belakang Saat itu jam istiharat pertama Agus terlihat santai berjalan menikmati udara yang cukup segar dan angin yang berhembus cukup kencang menemani langkahnya. Kami pun tak sabar menghampiri dia dengan sapaan lemah lembut kami mengajak Agus berbincang – bincang tentang pengalamannya bertanding catur di luar negri. Kami pun disambut dengan hangat oleh Agus dengan senyum manisnya agus mengajak kami duduk di kursi mainan yang terbuat dari semen beralaskan keramik, tepat di atas kami duduk menjulang pohon cemara yang membuat teduh dari sengatan terik matahari.

Satu persatu pertanyaan dijawab dengan diplomatis oleh Agus ia terlihat bersemangat menceritakan pengalamannya saat mengikuti kejuaraan catur bertaraf internasiolan itu, menurutnya bermain catur itu gampang – gampang susah gampangnya jika kita bisa mengalahkan musuh namun susahnya jika kita kalah, celotehnya sambil tertawa mengajak gurau kita agar tidak terlihat  kaku. Bermain catur itu harus penuh dengan  kesabaran dan ketelitian, masing pemain itu memiliki trik untuk menjadi senjata pamungkas mengalahkan lawan mainya. Trik yang saya gunakan adalah trik yang dipakai idola saya Garry Kasparov master catur dunia dari Rusia yaitu teknik menyerang.

Yang membuat saya lebih semangat untuk menggeluti cabang olahraga ini adalah kedua orang tua saya yang selalu mendukung saya untuk terus berlatih sejak saya kelas lima sekolah dasar. Orang tua saya mendatri Kabupaten Jember ketika saya menyukai permainan catur. semenjak itu, saya bertekad untuk lebih bersemangat.

Dari perlombaan keperlombaan saya terus ikuti, taruhan saya cuman satu yakni nasib, intinya saya hanyalah berusaha yang menentukan adalah Allah. Namun dari sekian banyak pertandingan saya belum pernah gugur di tengah jalan dan semua itu adalah berkat restu orangtua Alhamdulillah saya bisa menjadi pemain catur nasional

Agustus 2011, adalah tahun pertama Agus mengikuti kompetisi kejuaraan catur internasional kelas senior. Singapura ternyat menjadi negara pertama dia mengikuti kejuaraan catur internasional mewakili Indonesia. Prestasi yang dimiliki pelajar kalahiran Lumajang 16 tahun lalu, putra tunggal dari kedua pasangan Ibu Endang Surati dan Bapak Ahmad suradi warga Desa Karang Sari – Lumajang ini adalah  sebagian besar negara Asia sudah ditanganinya, diantaranya Makau, Thailand, Singapura, Piliphina, Malaysia, Hongkong, dan Cina. Sudah banyak perunggu dan perak yang telah ia sumbangkan kepada negara.

 

Agus Bangga dan bersyukur dapat menjadi pelajar yang berprestasi yang bisa mengharumkan nama negara, kunci kesuksesan yang selalu dipegang teguh oleh Agus adalah, berlatih dan terus berlatih serta yang terpenting adalah restu kedua orang tua. Meski sudah banyak kejuaraan yang diraihnya dan turnamen yang diikutinya agus masih tetap berusha dan berjuang hingga cita – citanya bisa tergapai menjadi pecatur dunia layaknya Garry Kasparov.

Sumber : KOPEL RADAR BROMO SMAPAN



0 Komentar :